Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 21 September 2014

Waspadai kanker payudara



Waspadai Kanker payudara
Mendengar kata kanker kita pasti memiliki persepsi-persepsi yang nyaris sama. Bagaimana tidak kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat sering terjadi dan merupakan penyakit yang memiliki angka kematian yang cukup tinggi. Mendengar kata kanker saja kita sudah cukup takut dan khawatir. Kanker merupakan kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh secara terus menerus (tidak terbatas), tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan dari pertumbuhan sel yang tidak normal tersebut maka sel tersebut tidak memiliki fungsi fisiologis dalam tubuh justru bersifat merusak (Destruktif) dengan menyebar kebagian lain dari tubuh dan sangat fatal bila diabaikan.
Pertumbuhan sel-sel kanker akan menyebabkan jaringan menjadi besar yang disebut dengan tumor. Tumor merupakan istilah yang dipakai untuk semua bentuk pembengkakan atau benjolan dalam tubuh. Sel-sel kanker dapat dengan cepat dan mudah menyebar kebagian tubuh lain, dalam proses penyebarannya melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Pertumbuhan kanker dapat tumbuh secara cepat namun juga secara berangsur atau perlahan-lahan, Salah satunya adalah kanker payudara.
Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara, jaringan payudara terdiri dari kelejar susu (kelenjar yang menghasil air susu), saluran kelenjar susu, dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada wanita. Tidak hanya wanita kemungkinan terserang penyakit kanker payudara juga dapat terjadi pada laki-laki dengan perbandingan 1 : 100 dengan wanita. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utama munculnya kanker payudara, namun ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan terjadinya kanker payudara yaitu :
a. Umur
Meningkatnya resiko kanker payudara sejalan dengan bertambahnya umur. Karena wanita yang paling sering terkena kanker payudara adalah di atas 40 tahun, namun tidak berarti wanita dibawah usia tersebut tidak mungkin terkena kanker payudara. Namun angka kejadiannya lebih rendah dibanding wanita diatas 40 tahun.
b. Riwayat Perkawinan
Wanita yang belum kawin mempunyai risiko 2-4 kali lebih tinggi dari pada wanita yang kawin dan tidak punya anak. Wanita yang melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun risikonya 2-4 kali lebih tinggi dari pada wanita yang melahirkan anak pertama di bawah usia 35 tahun. Menurut penelitian Lapau, dkk di Jakarta menunjukan wanita yang tidak kawin risikonya 2,7 kali lebih tinggi dari pada wanita yang kawin dan mempunyai anak. Wanita yang tidak menyusui anaknya mempunyai risiko kanker payudara dibandingkan wanita yang
menyusui anaknya. Karena saat ibu yang sedang mengalami kehamilan kemudian menyusui dari isapan mulut bayi dapat memicu kerja hormon Seperti yang diketahui fungsi hormon prolaktin adalah menstimulir terjadinya laktasi sehingga kelenjar payudara berfungsi dengan normal yaitu memproduksi air susu dan menstimulasi sekresi hormon progesterone yang bersifat melindungi wanita terhadap kanker payudara.
c. Usia menarche dini
Bila haid pertama datang sebelum usia 12 tahun, maka wanita akan mengalami sirkulasi hormon estrogen lebih lama. Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan duktus dalam kelenjar payudara. Karena sirkulasi hormon ekstrogen sepanjang hidup yang lebih lama dapat menimbulkan perubahan sel-sel duktus dari kelenjar payudara sehingga akhirnya dapat berubah menjadi kanker. Jadi resiko wanita yang Menarche kurang dari 12 tahun mempunyai risiko kali lebih tinggi daripada wanita dengan menarche datang pada usia normal yaitu lebih dari 12 tahun.
d. Riwayat Keluarga
Wanita yang memiliki anggota keluarga penderita kanker payudara (ibu, saudara perempuan ibu, adik atau kakak perempuan) risikonya 2-3 kali lebih tinggi daripada wanita yang tidak memiliki anggota keluarga penderita kanker payudara.
e. Obesitas
Risiko ini disebabkan oleh lemak yang berebihan dalam darah sehingga meningkatkan kadar estrogen dalam darah, yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel kanker. Menurut laporan Nagi dan Lee moffit yang dikutip oleh Luwia ( 2004) menunjukan bahwa perempuan yang mengalami peningkatan berat badan pada usia 30 tahun, dan yang lemak tubuhnya lebih banyak berada ditubuh bagian atas, tidak hanya memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker payudara, tetapi juga memiliki risiko yang lebih besar untuk meninggal akibat kanker itu. Oleh karena itu pola makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan tanpa di barengi dengan aktivitas fisik yang dapat menghindari terjadinya penumpukan lemak atau berlebihnya lemak dalam tubuh khususnya bagian maka dapat menyebabkan kemungkinan besar terjadinya kanker payudara.
f. Alkohol dan rokok
Wanita peminum alkohol dan perokok berisiko 5 kali lebih tinggi,  Hal ini didasari pada kenyataan bahwa alkohol dan rokok dapat meningkatkan estrogen
Gejala Kanker Payudara
Pada tahap dini biasanya tidak menimbulkan keluhan seperti rasa nyeri,atau sakit namun gejala yang mungkin dirasakan pada stadium dini adalah benjolan kecil di payudara. Bila berlanjut keluhannya yaitu seperti :
a. Timbul rasa sakit atau nyeri pada payudara.
b. Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin besar.
c. Payudara mengalami perubahan bentuk dan ukuran karena mulai timbul
pembengkakan.
d. Luka pada payudara dan puting susu.
e. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari putting atau keluar air susu pada
wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui.
f. Puting susu tertarik kedalam.
g. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (Peau d'orange).
Cara menentukan lokasi kanker payudara
Payudara dibagi menjadi 4 kwadran, yaitu kwadran lateral (pinggir) atas, lateral bawah, medial (tengah) atas, dan medial bawah. Nah Bagian terbesar kanker payudara atau kejadian yang sering terjadi kanker payudara terletak pada kwadran lateral atas dengan perjalanannya
ke arah ketiak.


Gambar Kwadran letak kanker payudara
Keterangan :
I Lateral atas (daerah paling banyak terserang kanker)
II Lateral bawah
III Medial atas
IV Medial bawah
Cara Pencegahan Kanker Payudara
1.      Pencegahan Primordial
Upaya ini dimaksudkan dengan memberi promosi kesehatan pada masyarakat mengenai kanker payudara sendiri, memberikan informasi gaya hidup dan kebiasaan yang baik untuk menghindari terjadinya resiko kanker payudara. Tidak hanya itu mempromosikan program
berolahraga secara teratur.
2.       Pencegahan Primer
Pencegahan primer dilakukan pada seseorang yang memiliki resiko untuk terkena kanker payudara melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor resiko. Beberapa cara yang dilakukan adalah :
a. Perbanyak makan buah dan sayuran berwarna kuning atau hijau karena banyak mengandung vitamin, seperti beta karoten, vitamin c, mineral, klorofil, dan fitonutrien lainnya yang dapat melindungi tubuh dari kanker.
b. Kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi. Telah banyak bukti yang menunjukan adanya hubungan makanan tinggi lemak dengan beberapa jenis kanker termaksud kanker payudara.
c. Konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat. Serat akan menyerap zat-zat
yang bersifat karsinogen dan lemak, yang kemudian membawanya keluar dengan feses. Makanlah produk kedelai seperti tahu dan tempe. Kedelai selain mengandung flonoid yang berguna untuk mencegah kanker, juga mengandung genestein yang berfungsi sebagai estrogen nabati (fitoestrogen). Estrogen nabati ini akan menempel pada reseptor estrogen sel-sel epitel saluran kelenjar susu, sehingga akan menghalangi estrogen asli untuk menempel pada saluran susu yang akan merangsang tumbuhnya sel kanker.
e. Kurangi makan makanan yang diasinkan, dibakar, diasap atau diawetkan dengan nitrit.
Makanan tersebut dapat menghasilkan senyawa kimia yang dapat berubah menjadi
karsinogen aktif.
f. Hindari alkohol dan rokok.
g . Rajinlah berolahraga secara teratur
h. Hindari makanan cepat saji
i. Hindari stress
Ketahuilah perubahan apa saja yang perlu diperhatikan yang terjadi pada payudara . Untuk mengetahui perubahan-perubahan tersebut, ada cara sederhana yang disebut "SADARI" atau periksa payudara sendiri. Pada wanita produktif, SADARI harus dilakukan sebulan sekali, 5-7 hari setelah haid berakhir, karena saat ini pengaruh hormonal estrogen progesterone sangat rendah dan jaringan kelenjar payudara saat itu dalam keadaan tidak oedema sehingga lebih mudah meraba adanya tumor atau kelainan. Langkah-langkah SADARI dapat dilakukan dengan 2 posisi yaitu :
a. Posisi berdiri di depan cermin
1. Berdiri tegak dengan kedua tangan lurus ke bawah. Perhatikan, apakah ada kelainan
pada kedua payudara
2. Kedua tangan diangkat ke atas kepala. Perhatikan, apakah ada kelainan Pada kedua payudara atau puting.
3. Kedua tangan diletakakkan dipinggang. Periksa kembali, apakah ada perubahan atau kelainan pada kedua payudara atau puting
4. Puting susu dipijat. Periksa, apakah ada cairan atau darah yang keluar.
b. Posisi berbaring.
Letakkan bantal di bawah bahu kanan. Letakkan lengan kanan anda di atas kepala.
Raba payudara dengan gerakan melingkar dari sisi luar payudara ke arah puting atau
gerakan lurus dari sisi luar ke sisi dalam payudara. Gunakan jari telunjuk, jari tengah,
dan jari manis untuk melakukan perubahan.
                                            Gambar cara pemeriksaan SADARI
3.      Pencegahan Sekunder
Usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan lebih lanjut akibat kanker payudara dengan mengidentifikasi kelompok populasi berisiko tinggi terhadap kanker payudara, dan deteksi dini pada individu yang tanpa gejala. Deteksi dini dapat dilakukan dengan
a. Pemeriksaan Klinis Payudara
b. Inspeksi (pandangan)
c. Palpasi
d. Pemeriksaan Mammografi (pemeriksaan dengan metode radiologis sinar x)
e. Ultrasonografi (alat bantu pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara)
f. Xerografi
g. Scintimammografi
4.  Pencegahan Tertier
Pencegahan tersier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya karena keberhasilan pengobatan kanker payudara bergantung pada stadiumnya. Semakin dini ditemukan semakin mudah disembuhkan. Terdapat 3 cara pengobatan yang sudah dibakukan yaitu:
1.       Operasi
Tindakan pengobatan dapat diakukan dengan Operasi yang dilakukan dengan mengambil sebagian atau seluruh payudara. Cara pengobatan ini bertujuan untuk membuang sel-sel kanker yang ada di dalam payudara. Jenis-jenis operasi yang dilakukan untuk mengobati kanker payudara adalah sebagai berikut:
a. Lumpektomi
 merupakan operasi pengangkatan sebagian dari payudara dimana pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpektomi direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya dipinggir payudara.
b. Mastektomi
Mastektomi merupakan operasi yang dilakukan untuk mengangkat seluruh payudara beserta kankernya, kadang-kadang beserta otot dinding dada.
c. Operasi Pengangkatan Kelenjar Getah Bening
Operasi ini biasanya dilakukan jika sudah ada penyebaran kanker dari payudara ke kelenjar getah bening di ketiak.
2.       Radioterapi
Radioterapi merupakan pengobatan dengan melakukan penyinaran kedaerah yang terserang kanker, dengan tujuan untuk merusak sel-sel kanker. Pemilihan jenis radioterapi yang digunakan didasarkan pada lokasi kanker, hasil diagnosis, dan stadium kanker. Radioterapi dapat dilakukan sesudah operasi ataupun sebelum operasi.
3.       Kemoterapi
Merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk  pil cair, kapsul atau infus yang bertujuan membunuh sel kanker tidak hanya pada payudara tapi juga seluruh tubuh. Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntahserta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi. Kemoterapi biasanya diberikan 1-2 minggu sesudah operasi. Namun untuk tumor yang terlalu besar, sebaiknya dilakukan kemoterapi praoperasi.
4.       Terapi Hormonal
Terapi hormonal adalah bila penyakit telah sistemik berupa metastasis jauh. Terapi hormonal biasanya diberikan secara paliatif sebelum kemotherapinya karena efek lebih lama dan efek sampingnya kurang, tetapi tidak semua kanker peka terhadap terapi hormonal. Terapi hormonal merupakan terapi utama pada stadium IV.

Daftar pustaka :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16397/4/Chapter%20II.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar