Minggu, 19 Oktober 2014
Rabu, 15 Oktober 2014
Sistem Imunitas dan Integumen
Sistem Integumen
Integumen merupakan bagian
organ tubuh yang berfungsi membentuk lapisan terluar pada tubuh. Integumen
terdiri Kulit dan derivatif kulit yaitu rambut, kuku dan beberapa jenis
kelenjar dalam kulit.
Kulit
Kulit
merupakan organ yang pertama kali menerima stimulus dari
lingkungan melalui sejumlah reseptor khusus yang mendeteksi sensasi yang
berkaitan dengan suhu, sentuhan, tekanan, dan nyeri karena kulit
terdapat ujung saraf sensori . Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh karena kulit
merupakan organ yang menutupi seluruh tubuh dengan area permukaan sekitar 1,5-2
m2 untuk melindungi struktur yang berada dibawah kulit dari cedera dan infeksi
virus atau mikroba. Kulit terdiri dari dua lapisan,
yaitu :
1. Lapisan Epidermis
Merupakan lapisan superfisial atau terluar
kulit. Tersusun dari jaringan epitel skuamosa yang bertingkat yang mengalami
keratinisasi. Pada
lapisan Epidermis tidak terdapat pembuluh darah atau
ujung saraf sensori dan lapisan epidermis mendapatkan nutrien dan oksigen dari
cairan intertisial yang berada di lapisan papila dermis yang berasal dari
pembuluh darah.
Kulit yang paling tebal pada bagian epidermis terdapat di telapak
tangan dan telapak kaki. Terdapat
beberapa lapisan sel di epidermis yaitu dari lapisan germinatif hingga lapisan
permukaan atau Stratum Korneum (Lapisan tanduk yang tebal).
a.
Stratum basalis
(germinativum) adalah lapisan tunggal sel-sel yang melekat pada jaringan ikat
dari lapisan kulit dibawahnya. Pembelahan sel berlangsung pada lapisan ini dan
sel baru akan di dorong masuk kelapisan berikutnya.
b.
Stratum Korneum
adalah lapisan epidermis yang paling atas, terdiri dari 25-30 lapisan sisik
tidak hidup yang semakin tipis menuju kepermukaan kulit. Semua permukaan dari stratum
korneum yang terbuka akan mengalami proses pergantian ulang sel yang konstan
atau deskuamasi melalui pembelahan sel yang terjadi di lapisan basalis. Dimana
sel baru bergerak keatas ke arah permukaan kemudian mengalami keratinisasi dan
kemudian mati sehingga seluruh permukaan tubuh yang terbuka ditutup oleh
lembaran sel epidermis mati. Pergantiaan seluruh lapisan epidermis setiap 15-30
hari. Lapisan epidermis kecuali pada telapak tangan dan kaki memiliki lapisan
epidermis yang tipis dan tersusun hanya dari lapisan basalis dan korneum.
2. Lapisan Dermis
Dipisahkan dengan lapisan
epidermis dengan adanya membran dasar (lamina). Membran ini tersusun dari dua
lapisan jaringan ikat yaitu lapisan papilar dan lapisan retikular. Lapisan
papilar merupakan jaringan ikat areolar renggang dengan fibroblas, sel mast dan
makrofag. Lapisan ini mengandung banyak pembuluh darah dan reseptor sensoris
tartil. Lapisan retikular yaitu jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen dan
seratnya elastik serta letaknya lebih dalam dari lapisan papilar.
Didalam lapisan dermis terdapat
Pembuluh darah, pembuluh Limfe, Ujung saraf Sensoris (Somatik), kelenjar
keringat dan duktusnya, rambut , otot pili erektor dan kelenjar sebasea.
a.
Pembuluh Darah
Oleh anteriol
membentuk suatu jaringan halus disertai dengan cabang-cabang kapiler yang
memperdarahi kelenjar keringat, kelenjar sebasea, Folikel Rambut, dan dermis.
b.
Pembuluh Limfe
c.
Reseptor sensoris
Reseptor
sensoris tersebar luas di lapisan dermis dimana impuls yang diterima dari lingkungan
dihantarkan ke medula spinalis oleh saraf sensoris yaitu saraf kutaneus somatik
dan ke area serebrum.
d.
Kelenjar Keringat
Kelenjar
keringat tersebar luas dikulit dan paling banyak terdapat pada telapak tangan,
telapak kaki, aksila dan lipat paha. Sebagian duktus (saluran) keringat
terhubung dengan permukaan kulit cekungan atau pori-pori kecil dan duktus
lainnya terhubung dengan folikel rambut. Kelenjar keringat di stimulasi oleh
saraf simpatik dalam berespons terhadap peningkatan suhu tubuh atau ketika
sedang ketakutan. Evaporasi keringat di permukaan kulit yaitu mengambil panas
dari inti tubuh dan jumlah keringat yang dikeluarkan di atur oleh pusat
pengatur suhu di hipotalamus.
e.
Rambut
Rambut
terbentuk oleh pembelahan sel bulbus dan saat sel in terdorong ke atas, menjauh
dari sumber nutrisi mereka sel akan mati dan menjadi berkeratin.
f.
Pili Arektor
Merupakan
berkas kecil serat otot polos yang melekat pada folikel rambut. Kontraksi pili
arektor membuat rambut berdiri tegak dan kulit di sekitar rambut terangkat atau
kata lainya bulu kuduk berdiri. Otot di kulit distimulasi oleh serat sarap
simpatik saat berespons terhadap ketakutan atau kedinginan. Bulu yang berdiri menjerat udara yang bekerja
sebagai lapisan insulator (penyekat/insolator). Mekanisme inilah yang merupakan
mekanisme pemanasan yang lebih efisien jika disertai dengan mengigil yakni
kontraksi involunter otot rangka.
g.
Kelenjar Sebasea
Kelenjar
Sebasea menyekresikan substansi minyak ke folikel rambut dan berada di seluruh
kulit tubuh kecuali telapak tangan dan kaki. Minyak menjaga rambut lembut dan
halus serta rambut tampak berkilau. Membuat kulit anti air dan bekerja sebagai
agen bakterisida dan fungisida untuk mencegah infeksi, mencegah kekeringan dan
pecah-pecah pada kulit khususnya saat terpapar cahaya matahari.
3. Lapisan Subkutan atau
hipodermis
Lapisan ini mengandung jumlah
sel lemak yang beragam bergantung pada area tubuh dan nutrisi individu,
terdapat banyak pembuluh darah dan reseptor sensoris.
Fungsi Kulit
1.
Sebagai proteksi
Epidermis
kulit terdiri atas sel imun khusus dimana akan terstimulasi saat sel imun
berespon terhadap antigen masuk. Sel imun yang di maksud adalah sel langerhans
yang bekerja mengfagosit antigen dan beredar ke jaringan limfoid. Dengan adanya
ujung saraf sensoris dikulit tubuh dapat berespon secara reflek terhadap
stimulus yang tidak menyenangkan sehingga dapat melindungi tubuh dari cedera
yang lebih lanjut. Kulit juga mengandung melanin yaitu pigmen kulit yang dapat
melakukan proteksi dari sinar ultraviolet dan cahaya matahari yang berbahaya.
2.
Sebagai Pembentukan
Vitamin D
Tubuh dapat
menghasilkan vitamin D secara alami yaitu dengan Substansi berbahan lipid di
kulit yaitu 7-dehidrokolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet dari matahari
sehingga dapat menghasilkan vitamin D. Kemudian enzim yang berada di hati dan
ginjal memodifikasi dengan menghasilkan calcitriol yaitu hormon yang berperan
mengabsorbsi kalsium makanan yang berada di gastrointestinal serta membawanya
ke dalam pembuluh darah. Bersama Vitamain D yang beredar di darah kalsium dan
fosfat bekerja sama dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang.
3.
Sebagai organ
ekskresi minor
Zat yang dapat
dikeluarkan oleh kulit yaitu :
a.
Natrium Klorida
dalam keringat. Keringat yang berlebihan dapat menyebabkan rendahnya kadar
Nartrium darah (Hiponatremia)
b.
Urea khususnya saat
fungsi ginjal sedang terganggu
4.
Sebagai Sensasi
kutan
Ujung saraf
yang berada di Dermis kulit merupakan reseptor sensori yang peka terhadap
sentuhan, tekanan, suhu, atau nyeri. Stimulasi yang diterima oleh saraf sensori
akan di hantarkan ke korteks serebri. Area yang memiliki reseptor sensori yang
lebih banyak sehingga lebih peka atau sensitif yaitu pada bibir dan ujung jari.
5.
Sebagai
Pengendalian suhu tubuh
Hipotalamus
merupakan pusat pengatur suhu tubuh. Hipotalamus berespon terhadap suhu darah
yang beredar. Pusat vasomotor di medula oblongata mengendalikan diameter arteri
kecil dan arteriol sehingga jumlah darah dapat bersikulasi di kapiler pada
dermis. Pusat vasomotor juga di pengaruhi oleh suhu pembuluh darah yang
memperdarahi dan oleh hipotalamus.
Saat suhu
tubuh meningkat, kapile kulit berdilatasi dan aliran darah ke permukaan kulit
meningkat sehingga konduksi panas pada bagian eksterior dapat terjadi. Kulit
terasa hangat dan berwarna merah muda. Saat suhu tubuh menurun, anteriol
berkonstriksi untuk menurunkan aliran darah ke permukaan kulit dalam upaya
mempertahakan panas tubuh sentral sehingga kulit menjadi lebih dingin dan
berwarna putih.
6.
Sebagai pengeluaran
panas.
Pengeluaran
panas di kulit terjadi melalui proses evaporasi air yang di sekresi oleh
kelenjar keringat dan juga melalui proses perspirasi tak kasat mata ( difusi
molekul air melalui kulit ). Dimana saat cuaca panas dan lembab maka keringat
sangat banyak di produksi namun tingkat evaporasi sangat rendah sehingga
mengakibatkan rasa tidak nyaman. Dengan demikian berkeringat menjadi salah satu
mekanisme pendinginan hanya akan efisien apabila pada tingkat kelembaban yang
lebih rendah. Pengeluaran keringat di kendalikan melalui sistem saraf yang
merespons pemanasan atau pendinginan darah secara berlebihan.
Sistem Imunitas
Merupakan suatu sistem yang
memberikan respon imun baik diperantarai sel dan humoral untuk menghadapi agen
asing spesifik seperti bakteri, virus, atau zat lain yang bukan bagian dari
tubuh. Karakteristik sistem imun yaitu bersifat Spesifisitas yaitu dapat
membedakan berbagai zat asing dan
responn ya. Respon imun memiliki kemampuan mengingat kembali agens
sebelumnya sehingga apabila terpajan kembali akan menimbulkan respon yang lebih
cepat.
Jenis imunitas
a.
Imunitas aktif
Imunitas aktif merupakan
imunitas yang dapat aktif saat kontak langsung dengan mikroorganisme atau
toksin. Imunitas aktif di bagi menjadi dua yaitu imunitas aktif secara alami yaitu
didapatkan setelah seseorang terpapar penyakit sehingga sistem imun memproduksi
antibodi serta limfosit khusus. Dan imunitas aktif secara buatan (terinduksi)
merupakan hasil vaksinasi dari patogen yang sudah dilemahkan atau sudah mati.
Dengan vaksin ini dapat merangsang respon imun namun tidak menyebabkan penyakit
bagi individu tersebut.
b.
Imunitas pasif
Merupakan
imunitas yang di dapat dari antibodi yang di pindah dari satu individu ke
individu lain. Imunitas pasif di bedakan menjadi dua yaitu imunitas pasif alami
yang terjadi pada janin yang mendapatkan antibodi Ig G dari ibu yang masuk
menembus plasenta saat dalam kandungan. Dan imunitas pasif buatan yaitu
imunitas yang didapat dari injeksi antibodi oleh orang lain atau hewan yang
kebal terpapar oleh suatu antigen. Misalnya antibodi kuda yang sudah kebal
terhadap racun ular tertentu maka antibodi kuda tersebut dapat di injeksi
kepada manusia yang dipatuk ular sejenis.
Respon Imun
Respon sistem kekebalan tubuh
terhadap kehadiran antigen dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu :
1.
Imunitas humoral
Limfosit B
beredar hanya di jaringan Limfoid (Limpa dan nodus limfe). Setelah antigen di
deteksi dan berikatan dengan limfosit B, dengan bantuan limfosit T helper,
limfosit B membesar dan mulai membelah. Limfosit B memproduksi dua jenis sel
fungsional yang berbeda yaitu sel plasma dan sel memori B. Sel plasma
menyekresikan antibodi ke darah. Antibodi di bawa oleh jaringan sementara
limfosit b sendiri tetap berada dalam jaringan limfoid. Sel plasma hidup tidak
lebih dari satu hari dan menghasilkan satu jenis antibodi untuk antigen
tertentu saja. Antibodi bekerja dan berikatan dengan antigen, menamakan antigen
tersebut sebagai target untuk sel pertahanan , berikatan dengan toksin bakteri,
menetralkannya, dan mengaktifkan komplemen untuk membentuk luka atau pori pada
sel mikroba patogen sehingga lizosim dapat masuk. Sel B memori berada dalam
tubuh untuk waktu lam setelah episode awal saat pertama kali terpapar antigen
dengan cepat antibodi berespons terhadap pemaparan antigen yang sama.
2.
Imunitas seluler
Imunitas
seluler bergantung pada peran langsung sel-sel (sel limfosit) dalam menghancurkan
patogen. Saat Limfosit T terpapar antigen untuk pertama kalinya,limfosit T
menjadi tersensitisasi. makrofag dalam hal ini mebantu Limfosit T dalam
menampilkan antigen tersebut. Setelah makrofag mencerna antigen, makrofag
membawa sebagian besar sisa antigen di membran selnya dan menampilkannya pada
permukaan yang akhirnya terpapar dengan limfosit T yang bekerja spesifik pada
antigen tertentu sehingga menstimulasi pembelahan dan proliferasi limfosit T.
Struktur
sistem imun tubuh
Jenis sel yang
terlibat dalam imunitas pada organisme tingkat tinggi terutama burung dan
mamalia yaitu sel-sel darah putih (leukosit). Leukosit dibentuk di dalam sumsum
tulang dan memiliki satu inti sel yang besar. Limfosit terdiri dari dua jenis yaitu :
a.
Limfosit B
Limfosit B terbentuk dan dimatangkan dalam sumsum tulang,
kemudian limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma yang bertugas
menyekresikan antibodi ke dalam cairan tubuh dan sel limfosit B-memori
menyimpan informasi antigen berupa DNA yang dapat memproduksi antibodi yang
cocok dengan antigen. Sel limfosit B hidup dalam jangka waktu yang lama.
b.
Limfosit T
Limfosit T di matangkan di kelenjar Timus, kemudian
berdiferensiensi menjadi sel T Sitotoksik, sel T penolong, Sel T supressor dan
sel T memori. Sel T Sitotoksik berfungsi membunuh sel yang terinfeksi. Sel T
penolong berfungsi mengaktifkan limfosit B dan Limfosit T. Sel T supressor
berfungsi mengurangi produksi antibodi oleh sel-sel plasma dengan cara menghambat aktivasi sel T
penolong dan sel T sitotoksik. Sel T memori berfungsi untuk mengingat antigen
yang telah masuk ke dalam tubuh. Sehingga saat antigennya kembali masuk dan
menyerang tubuh maka dengan adanya sel T memori akan terjadi respon sekunder
yang lebih cepat dan kuat dalam melawan antigen sebelum terjadi demam dan
radang.
c.
Antibodi
Limfosit B membentuk sistem kekebalan tubuh di dalam
cairan tubuh sehingga efektif dalam mengatasi infeksi yang bersifat
ektraseluler. Antibodi atau imunoglobulin merupakan produk protein khusus dari
Limfosit B yang berfungsi mengenali dan mengikat antigen dan melumpuhkannya.
Immunoglobulin dibagi menjadi lima kelas yaitu Ig M yang merupakan antibodi
pertama yang disekresikan sebagai respon kekebalan tubuh. Setelah mengikat
antigen, Ig M memicu pengaktifan Protein Komplemen. Ig M dapat mengikat antigen
menjadi gumpalan sehingga memudahkan untuk di fagosit oleh makrofag.
Ig G mengaktifkan protein komplemen dan menetralkan
banyak racun. Ig G dapat melewati plasenta dan menjaga janin dengan kekebalan
tubuh dari ibu serta juga di sekresikan dalam kolostrum. Ig A menecegah
masuknya antigen melalui jaringan epitel mukosa sistem pencernaan, pernapasa,
dan saluran reproduksi. Ig A juga terdapat dalam air liur, air mata dan
kolostrum.
Ig E memicu
peradangan jika cacing parasit menyerang tubuh dan berperan dalam reaksi
alergi.
Ig D berfungsi dalam diferensi sel limfosit B menjadi sel
plasma sel B memori.
Daftar Pustaka
Sloane,Ethel.(2003).Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula.Jakarta : EGC.
Langganan:
Komentar (Atom)

